7 fakta sengketa sumber waras
Berikut 7 Fakta Sengketa Sumber Waras

7 Fakta Sengketa Sumber Waras

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK) menyerahkan hasil audit investasi pembelian Rumah Sakit Sumber Waras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BPK menuduh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bersalah membeli 3,6 hektare senilai Rp 755 Miliar lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat itu pada 2014.

Pada Selasa (12/4) lalu, Ahok memenuhi panggilan KPK. Mantan Bupati Belitung Timur tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Berikut 7 fakta terkait sengketa Rumah Sakit Sumber Waras:

1. Semua bermula dari pembelian lahan RS Sumber Waras

Pada Desember 2014, Yayasan Kesehatan Sumber Waras selaku pengelola lahan RS memutuskan untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Biaya sebesar Rp 800 Miliar digelontorkan Pemprov untuk mendapatkan lahan yang ada di Grogol, Jakarta Barat itu.

Kemudian, dalam penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2014, Ahok mengakui bahwa pengadaan lahan RS Sumber Waras tersebut sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 beserta turunannya dengan nilai harga tanah sesuai NJOP tahun 2014. Seperti dikutip dari Kompas.com, Ahok juga menambahkan transaksi oleh Pemprov sudah termasuk nilai bangunan dan biaya adminitrasi. Maka Pemprov tidak perlu keluarkan biaya tambahan.

Baca Juga  Kaus Kaki Unik, Tak Perlu Dicopot Saat Wudhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *