7 kawasan objek wisata yang dirusak pengunjung
Tempat-Tempat Wisata Yang Dirusak Pengunjung

7 Tempat Wisata yg Dirusak Pengunjung

siapakah yang tidak senang jalan-jalan? Semua tentu menggemarinya. Wajarnya, manusia membutuhkan refreshing untuk beri kesegaran hati dan pemikiran dengan tinggalkan sesaat kejenuhan dalam bekerja dan kegiatan yang lain. Nach, berekreasi ialah jalan keluarnya.

Saat berekreasi pada sebuah tempat, selainnya nikmati keelokan alamnya, kita harus jaga kebersihan tempat itu. Bukan justru menghancurkannya seperti mencapai taman dan mencoret-coret sarana yang ada di situ.

Berikut 7 teritori tempat wisata di Indonesia yang dirusak oleh pengunjung:

1. Kebun Raya Baturaden

Kebun Raya Baturaden barusan disahkan oleh bekas presiden Megawati Soekarnoputri (19/12). Mahfum, pencetusnya Mega sendiri, yang saat itu tetap menjadi RI-1. Argumennya, sejauh ini di Jawa tengah tidak ada kebun raya. Nach, disekitaran gerbang masuk misalkan, keelokan beragam tipe bunga beragam warna langsung kelihatan.

Di taman selebar 143,5 hektar ini dibuat beberapa taman seperti taman paku-pakuan, taman obat, hingaa taman tematik ‘Flora of Java’. Tetapi, belum genap lima hari semenjak disahkan, bunga yang cantik jadi korban pengunjung yang hoby selfie.

2. Taman Festival Lampion Kaliurang

Wilayah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta yang umumnya saat malam gelap pekat, sekarang dihias “rimba” lampion yang menganakemaskan mata. Panorama cantik itu sebagai prakarsa Taman Pelangi yang bekerja bersama dengan Disbudpar Kabupaten Sleman dalam program Festival of Light 2015 bertopik Celebration of Lights. Acara ini akan diadakan di Gardu Pandang, Kaliurang semenjak tanggal 12 Desember 2015 sampai 31 Januari 2016.

Tetapi, karena tingkah pengunjung yang tidak bertanggungjawab, beberapa lampion yang dipasang di lokasi itu hancur amburadul. Mereka dengan semaunya lalu-lalang antara taman lampion untuk ambil photo. Akhirnya, banyak lampu yang hancur karena terganjal kaki pengunjung.

Baca Juga  Keraton Ratu Boko, Megah di Atas Bukit

3. Taman Bunga Amarilis

Taman Bunga Amarilis di daerah Dusun Beji, Kecamatan Patuk Gunung Kidul, Yogyakarta, menjadi perhatian warganet karena keelokannya disebut serupa dengan Kebun Bunga Keukenhof, Belanda. Sangat sayang, keelokan bunga warna pink ceria dan cuman mekar pada awal musim penghujan ini, hancur saat itu juga karena tingkah pengunjung tidak bertanggungjawab.

Serangan pengunjung yang umumnya remaja putri ke taman punya Sukadi itu membuat bunga-bunga yang merekah elok itu terinjak-injak, lalu layu dan hancur. Sebagian besar tanaman yang ada di tempat selebar 2.350 mtr. persegi itu tidak lagi sisa karena remuk.

4. Padang Mangateh

Komplek peternakan punya Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas, Kementerian Pertanian, rupanya punyai riwayat panjang. Peninggalan wargaan Belanda di Indonesia ini sempat jadi tempat peternakan paling besar se-Asia Tenggara. Di tahun 1985, peternakan ini diambil pindah oleh Pemerintahan RI. Pada April 2012, nama beralih menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mangateh, Sumbar. Sapi yang dibiakkan sekitar 1250 ekor, dari tipe simental, limosin dan sapi pesisir (sapi lokal).

Lokasi itu mendadak jadi ramai di kungjungi pelancong sesudah sempat didatangi Presiden Joko Widodo beberapa waktu kemarin. Rumput hijau yang luas dan beberapa ratus ekor sapi memiliki ukuran besar, jadi daya magnet tertentu untuk pelancong untuk liburan di lokasi ala-ala New Zeland itu. Tidak cuma untuk selfie, pegunjung buang sampah asal-asalan. Petugas BPTU-HPT pada akhirnya tutup teritori ini untuk umum.

5. Jembatan Layang

Musim berlibur tahun akhir membuat arah rekreasi di beberapa wilayah di Indonesia ramai diserang pengunjung. Jembatan menggantung di teritori rekreasi rimba Kota Langsa di Gampong PB. Seuleumak, Langsa Baroe, Aceh, satu diantaranya. Jembatan yang dibuat pemerintahan itu hancur karena tingkah masyarakat yang berpose selfie. Walau tercatat peringatan beban optimal sekitar 40 orang, tetapi beberapa orang tidak perduli. Tali sleng jembatan menggantung pada akhirnya putus.

Baca Juga  Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Jembatan ini juga roboh. Beberapa ratus pengunjung yang ada di atas jembatan jatuh dalam danau rimba kota yang mempunyai kedalaman kurang lebih dua mtr., Sabtu (26/12). Berikut karena cuek pada peringatan berkaitan kemampuan jembatan Di saat peristiwa, jumlah pengunjung yang ada di atas jembatan itu capai 100 orang lebih! Mereka sedang asyik berselfie.

6. Lobang Sewu

Pelaku pelancong di Dusun Rekreasi Lobang Sewu Dusun Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, membuat marah Kepala Kantor Pariwisata di tempat, Agus Purnomo. Saat lakukan lawatan di teritori rekreasi Waduk Wadaslintang itu, Senin (14/09), dia menyaksikan tindakan penghancuran dan corat-coret di batu-batuan karang.

“Teritori ini harus diproteksi. Janganlah sampai tindakan corat-coret terulang kembali. Bila hal tersebut didiamkan terus-terusan, karena itu tidak cuma menghancurkan keelokan dan daya tarik alami, tetapi juga akan mengurangi formasi batu-batuan yang terjadi dengan alami,” pungkas Agus. “Batu-batuan yang tersusun cantik di Dusun Rekreasi Lobang Sewu ini asset rekreasi bernilai. Ini wsata alam yang paling unik dan tidak dipunyai semua wilayah. Pelancong asing saja tiba, bangsa sendiri justru menghancurkan.”

7. Pohon Sangat jarang Rimba Namang

Rimba Pelawan Namang di Kabupaten Bangka tengah, Propinsi Bangka Belitung, awalannya sebagai rimba dusun yang diproteksi untuk jadi teritori penangkaran madu alam yakni madu pahit dan manis pelawan. Saat ini Rimba Namang yang hasilkan madu itu bukan hanya dikenali sebagai teritori penangkaran madu, tetapi menjadi tempat wisata alam.

Sayang, beberapa pohon tipe kayu sangat jarang yang diproteksi di situ sudah cacat karena dirusak pengunjung dengan guratan tetap. Beragam tulisan dengan benda tajam membuat keadaan batangnya tidak utuh kembali. Rimba selebar 54 hektar sekarang terlihat riskan. Tanpa keteguhan aparatur, rimba ini akan remuk keseluruhan.

Baca Juga  Setelah Kota Pelabuhan, Bitung Bersiap Menuju Kota Wisata

Benar-benar sangat sayang, 7 teritori rekreasi cantik di Tanah Air itu sudah hancur, atau ke arah kerusakan tetap karena tingkah bangsa sendiri. Bila mentalitas beberapa penghancur itu begitu, pasti pemerintahan atau pengurus lokasi rekreasi, perlu memperhitungkannya dengan ketetapan atau jika perlu denda. Memasangkan cameran CCTV kemungkinan dapat dicoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *