Bardi Syafii, Tukang Parkir Pergi Haji
Bardi Syafii, Tukang Parkir Pergi Haji (Sumber Gambar : tribunnews.com)

Bardi Syafii, Tukang Parkir Pergi Haji

EFEKGILA – Penantian panjang Bardi Syafii selama 31 tahun berujung senyuman. Kata-kata bijak, “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” menjadi pelecut semangatnya untuk menabung. Uang yang dia tabung setiap harinya tidak besar, antara Rp 500 hingga Rp 1000 perhari.

Namun, kini bisa dihitung berapa jumlah uang Bardi yang sudah dikumpulkan selama 31 tahun itu. Dan, uang itu sepenuhnya dia gunakan untuk mewujudkan cita-citanya pergi ke Tanah Suci alias menunaikan ibadah haji.

Bardi hanyalah manusia biasa yang menggantungkan hidupnya hanya dengan berjualan koran dan tukang parkir.  Dua kegiatan rutinnya warga Cokrokusuman, JT II, Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta ini diselingi pula dengan membantu istrinya, Rumiyati (49) yang berjualan lotek tak jauh dari lapak koran dan jualan rokoknya.

Bardi, bukan orang Jogja. Ia asli Ponorogo, Jawa Timur, yang merantau ke Jogja sejak 1977. Niatnya untuk berangkat haji telah dicetuskan pada tahun 1985. Untuk bisa mewujudkan keinginan itu, Bardi mulai menabung sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, 31 tahun kemudian, tabungannya mencukupi dan Bardi pun sudah terdaftar sebagai salah seorang calon jamaah haji (CJH) dari Kota Jogja yang sudah melunasi ongkos naik haji (ONH). Jadwal keberangkatannya pun sudah ditetapkan yakni, 17 Agustus 2016.

Seperti dilansir Radar Jogja, kisah kedisiplinannya menabung rupiah demi rupiah yang dikumpulkan Bardi di dalam sebuah kaleng celengan benar-benar luar biasa. Diawali saat harga sebuah surat kabar masih di kisaran Rp 100 – Rp 200, Bardi pun mulai menyisihkan penghasilannya. “Ndak tentu Mas. Kadang Rp 500, kalau sedang ada rezeki ya Rp 1.000 setiap hari,” kata Bardi.

Baca Juga  7 Fakta Sengketa Sumber Waras

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *