Tilang 13 November, Mobil-Motor Usia Di Atas 3 Tahun Wajib Uji Emisi
Tilang 13 November, Mobil-Motor Usia Di Atas 3 Tahun Wajib Uji Emisi (Sumber Gambar : Gridoto.com)

Tilang 13 November, Mobil-Motor Usia Di Atas 3 Tahun Wajib Uji Emisi

EFEKGILA – Tidak seluruhnya kendaraan penumpang mobil dan sepeda motor yang lewat di Jakarta harus tes emisi. Pemerintahan membuat ketetapan cuman kendaraan dengan umur di atas 3 tahun yang harus lulus tes emisi.

Ketetapan ini ditata dalam Ketentuan Gubernur (Peraturan gubernur) DKI Nomor 66 Tahun 2020.

Pertama pada Pasal 2 ayat (1) mengatakan “Target tes emisi gas buang Kendaraan Bermotor: (a) Mobil Penumpang Perorangan; dan (b) Sepeda Motor, yang bekerja di jalan di daerah Propinsi DKI Jakarta”.

Selanjutnya Pasal 2 ayat (2) mengatakan mobil Penumpang Perorangan dan Sepeda Motor seperti diartikan pada ayat (1) yang batasan umur kendaraannya lebih dari 3 (tiga) tahun”.

Ini maknanya buat warga yang baru beli kendaraan dengan tahun produksi 2020 ke atas belum harus lakukan tes emisi karena umur motor atau mobil belum di atas 3 tahun.

Tilang Untuk Kendaraan Yang Tidak Lulus Tes Emisi

Kepolisian mulai akan lakukan pengusutan dengan memberi ancaman tilang untuk kendaraan yang tidak lulus tes emisi mulai 13 November 2021.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo awalnya ngomong ancaman tilang dari kepolisian dilandasi Undang-Undang (UU) 22 Tahun 2009 Mengenai Lalu Lintasi dan Angkutan Jalan.

“Tiap orang yang menyetir sepeda motor di jalan yang tidak penuhi syarat tehnis dan laik jalan yang mencakup kaca spion, klakson, lampu khusus, lampu rem, lampu petunjuk arah, alat pemantul sinar, alat pengukuran kecepatan, knalpot, dan kedalaman jalur ban seperti diartikan dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda terbanyak Rp250.000”.

Selanjutnya, Pasal 286 berisi: “Tiap orang yang menyetir kendaraan motor memiliki roda empat ataupun lebih di Jalan yang tidak penuhi syarat laik jalan seperti diartikan dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda terbanyak Rp500.000”.

Baca Juga  Setelah Kota Pelabuhan, Bitung Bersiap Menuju Kota Wisata

Dalam pada itu pada Pasal 48 memercayakan tiap Kendaraan Bermotor yang dioperasionalkan di jalan harus penuhi syarat tehnis dan laik jalan.

Syarat tehnis yang diartikan:

a. susunan;

b. peralatan;

c. ukuran;

d. karoseri;

e. perancangan tehnis kendaraan sesuai alokasinya;

f. pemuatan;

g. pemakaian;

h. penggandengan kendaraan bermotor; dan/atau

i. penempelan kendaraan motor.

Dan syarat laik jalan, pada ketentuan itu disebut ditetapkan oleh performa minimum kendaraan motor yang sedikitnya terdiri dari: a. emisi gas buang;

b. keributan suara;

c. efektivitas mekanisme rem khusus dan

d. efektivitas mekanisme rem parkir;

e. kincup roda depan;

f. suara klakson;

g. daya pancar dan arah cahaya lampu utama;

h. radius putar;

i. ketepatan alat petunjuk kecepatan;

j. kecocokan performa roda dan keadaan ban;

k. kecocokan daya mesin pendorong pada berat kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *